STUDI PERIKANAN TANGKAP MINI PURSE SEINE YANG BERPANGKALAN DI PPP SADENG GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA
Bimo Silar Sanhajik
Departemen
Perikanan Tangkap, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
E-mail: silarbimo@yahoo.com
ABSTRAK
Mini purse seine adalah jaring lingkar berbentuk empat persegi panjang atau trapesim yang dilengkapi cincin dan tali
kerut/pengerut, pengoperasiannya mengerutkan jaring pada bagian bawah dengan
cara menarik tali kerut/pengerut yang pengoperasiannya menggunakan satu kapal
atau dua kapal. Konstruksi dari mini purse seine terdiri dari jaring berbentuk kantong empat persegi
panjang yang terdiri dari sayap, badan dilengkapi pelampung, pemberat, tali ris
atas, tali ris bawah dengan atau tanpa tali kerut/pengerut dan salah satu
bagiannya berfungsi sebagai kantong yang pengoperasiannya melingkari gerombolan
ikan pelagis. Pengoperasian mini purse seine yaitu terdiri dari setting, pursing, dan hauling. Pengoperasian alat tangkap mini purse seine dilakukan pada dini hari. Daerah penangkapannya di perairan yang dalam,
dan membutuhkan 8 jam perjalanan sekitar 40 mil dari fishing base. Pengoperasian dari alat tangkap mini purse seine membutuhkan 25 orang, 1 orang
menjadi nahkoda, 1 orang menjadi wakil nahkoda, 2 orang menjadi juru mesin, 1
orang menjadi juru kidang, 6 orang menjadi juru ris, 1 orang menjadi juru
lampu, 1 orang menjadi juru arus, 1 orang menjadi juru kempitan, dan 11 orang
ABK.
Kata kunci : Mini purse seine, konstruksi, daerah pengoperasian, target
tangkapan
Abstract
Mini purse seine
is a rectangular or trapezoidal ring with rings and wrinkles, its operation
wrinkles the net at the bottom by pulling a wrinkle / wrinkle rope that
operates using a ship or two ships. The construction of the mini purse seine
consists of a rectangular pouch net consisting of wings, bodies equipped with
buoys, weights, upper ropes, bottom ropes with or without wrinkle / wrinkle
ropes and one of them serves as pockets whose operations encircle hordes of
fish pelagic. The operation of mini purse seine consists of setting, pursing,
and hauling. The operation of mini purse seine fishing equipment is done in the
early hours. The catching area is deep in the water, and takes an 8 hour
journey of about 40 miles from the fishing base. The operation of mini purse
seine fishing gear takes 25 people, 1 person becomes captain, 1 person becomes
co captain, 2 becomes machine interpreter, 1 person becomes kidang interpreter,
6 people become ris interpreter, 1 person becomes lamp interpreter, 1 person
becomes current interpreter, 1 person becomes kempitan interpreter, and 11 people
become crew members.
Keyword : Mini purse seine, Construction, Fishing ground,
fish target.
PENDAHULUAN
Menurut Ramdani (2015), Masyarakat
wilayah pesisir di Kabupaten Gunungkidul tersebar di wilayah enam Kecamatan
dari 18 kecamatan yang ada, diantaranya yaitu Kecamatan
Panggan, Kecamatan Purwosari, Kecamatan Saptosari, Kecamatan Tepus, Kecamatan
Tanjungsari, dan Kecamatan Girusubo. Dari enam kecamatan tersebut
terdapat 60 pantai sepanjang 70 km wilayah pesisir Kabupaten Gunungkidul.
Mini purse seine adalah alat yang
digunakan untuk menangkap ikan pelagis
yang membentuk gerombolan. Prinsip menangkap ikan dengan purse
seine ialah melingkari gerombolan ikan dengan jaring, sehingga jaring tersebut
membentuk dinding vertikal, dengan demikian gerakkan ikan ke arah horizontal
dapat dihalangi. Selain itu, bagian bawah jaring dikerucutkan untuk mencegah
ikan lari ke arah bawah jaring
Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini merupakan studi
mengenai penangkapan ikan menggunakan alat tangkap mini purse seine di PPP Sadeng, Gunungkidul.
Aspek-aspek yang akan dipelajari meliputi
konstruksi, metode pengoperasian dan hasil tangkapan kemudian aspek
manajemen operasi penangkapan. Selain
itu juga mempelajari pendistribusian hasil
tangkapan mulai dari nelayan hingga sampai di konsumen. Sehingga, dalam PKL juga
membantu untuk lebih mendalami suatu alat tangkap yaitu mini purse seine baik
dari alat tangkap itu sendiri maupun dari aspek lain seperti sosial ekonominya.
METODE PENELITIAN
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam Praktek
Kerja Lapangan ini adalah adalah :
1. Metode
observasi
Metode ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung
mengenai alat tangkap mini purse seine,
konstruksi dan desain alat tangkap, cara pengoperasian, dan hasil tangkapan
sehingga didapatkan data keragaan perikanan tangkap mini purse seine. Observasi dilakukan langsung di PPP Sadeng,
Kabupaten Gunungkidul.
2. Metode
wawancara
Wawancara dilakukan langsung kepada nelayan mini purse seine. Wawancara adalah
menanyakan secara langsung kepada nelayan mini
purse seine di perairan Kabupaten Gunungkidul yang berkaitan dengan proses
penangkapan ikan menggunakan mini purse
seine seperti alat tangkap, kapal yang digunakan dan hasil tangkapan.
3. Metode
studi pustaka
Metode studi pustaka ini dilakukan dengan mempelajari teori-teori
yang mendukung Praktek Kerja Lapangan (PKL) sehingga diharapkan dengan landasan
teori yang kuat akan diperoleh pemahaman yang baik. Studi pustaka dilakukan
dengan melihat referensi yang relevan mengenai Perairan Gunungkidul, alat
tangkap mini purse seine, cara
pengoperasian, hasil tangkapan dan semua yang berkaitan dengan judul PKL ini
untuk dibandingkan dengan hasil pengamatan atau observasi secara langsung.
4. Metode
dokumentasi
Metode ini bersifat sekunder dan dilaksanakan oleh si
peneliti dengan mendokumentasikan beberapa proses atau keadaan saat
berlangsungnya kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Mini
Purse Seine
Menurut Rambun P. et al.
(2016) purse
seine merupakan
alat tangkap yang bersifat multi species, yaitu menangkap lebih dari
satu jenis ikan. Dalam banyak kasus sering ditemukan ukuran mesh size alat
tangkap purse seine yang sangat kecil, hal ini dapat berpengaruh
terhadap hasil tangkapan yang didapatkan.
Kontruksi
Mini Purse Seine
Menurut Suryana et
al. (2013) alat
tangkap Purse Seine pada dasarnya merupakan kelompok alat penangkapan
ikan berupa jaring berbentuk kantong empat persegi panjang yang terdiri dari
sayap, badan dilengkapi pelampung, pemberat, tali ris atas, tali ris bawah
dengan atau tanpa tali kerut/pengerut dan salah satu bagiannya berfungsi
sebagai kantong yang pengoperasiannya melingkari gerombolan ikan pelagis.
Penghadangan gerakan schooling ikan ini sangat ditentukan oleh kecepatan
tenggelam jaring.
Konstruksi alat tangkap mini purse seine pada Praktek Kerja Lapangan (PKL) 2018 dapat
dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 1. Hasil Pengukuran Konstruksi Alat Tangkap Mini Purse Seine di PPP Sadeng.
|
No.
|
Bagian
|
Arah Pilinan
|
Panjang
|
Diameter
|
Jenis Bahan
|
Jumlah
|
Mesh size (cm)
|
|
(m)
|
(cm)
|
(buah)
|
|||||
|
1
|
Tali
Ris Atas
|
Z
|
350
|
0,7
|
PE
|
-
|
-
|
|
2
|
Tali
Pelampung
|
Z
|
350
|
1,2
|
PE
|
-
|
-
|
|
3
|
Pelampung
|
-
|
0,18
|
13
|
Rubber
|
1.06
|
-
|
|
4
|
Tali
Ris Bawah
|
350
|
0,7
|
PE
|
-
|
-
|
|
|
5
|
Tali
Pemberat
|
Z
|
350
|
1,2
|
PE
|
-
|
-
|
|
6
|
Pemberat
|
-
|
0,0575
|
0,36
|
Timah
(Pb)
|
2.545
|
-
|
Sumber: Praktek Kerja Lapangan, 2018.
Lanjutan Tabel 1. Hasil Pengukuran Konstruksi Alat Tangkap Mini Purse Seine di PPP Sadeng.
|
No.
|
Bagian
|
Arah Pilinan
|
Panjang
|
Diameter
|
Jenis Bahan
|
Jumlah
|
Mesh size (cm)
|
|
7
|
1.
Cincin Besar
|
|
-
|
14
|
Kuningan
|
100
|
-
|
|
2.
Cincin Kecil
|
|
-
|
9
|
Stainless
Steel
|
6
|
-
|
|
|
8.
|
Tali Cincin
|
-
|
0,64
|
0,7
|
PE
|
-
|
-
|
|
9
|
Tali
Kerut
|
|
400
|
3,125
|
PE
|
-
|
-
|
|
10
|
Tali
Selambar
|
|
50
|
1,2
|
PE
|
-
|
-
|
|
11
|
1.
Badan 1
|
Z
|
150
|
0,25
|
PA
|
-
|
4,2
|
|
2.
Badan 2
|
Z
|
150
|
0,075
|
PA
|
-
|
9,225
|
|
|
3.
Badan 3
|
Z
|
150
|
0,025
|
PA
|
-
|
9,225
|
|
|
12
|
1.
Sayap 1
|
Z
|
50
|
0,25
|
PA
|
-
|
4,2
|
|
2.
Sayap 2
|
Z
|
50
|
0,075
|
PA
|
-
|
9,225
|
|
|
3.
Sayap 3
|
Z
|
50
|
0,025
|
PA
|
-
|
9,225
|
|
|
13
|
Serampat
Atas dan Bawah
|
Z
|
350
|
0,375
|
PE
|
-
|
2,1
|
|
14
|
Jarak
Antar Pelampung
|
-
|
0,33
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
15
|
Jarak
Antar Pemberat
|
-
|
0,1375
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
16
|
Jarak
Antar Cincin Besar
|
-
|
1,5
|
-
|
-
|
-
|
-
|
|
17
|
Jarak
Antar Cincin Kecil
|
-
|
2
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Sumber: Praktek Kerja Lapangan, 2018
Alat tangkap mini purse seine yang berada di PPP
Sadeng memiliki bentuk tipe persegi panjang. Panjang alat tangkap tersebut
adalah 350 m. Panjang tali ris atas adalah 350 m dengan diameter tali 0,7 cm
dan berbahan PE. Panjag tali ris bawah adalah 350 m dengan diameter tali 0,7
dan berbahan PE. Panjang tali selambar adalah 50 meter dengan diameter tali 1,2
cm dan berbahan PE.
Konstruksi alat tangkap mini purse seine di PPP Sadeng memiliki bentuk persegi panjang
dengan panjang 350 m dan kedalaman mencapai 30 m. Bagian jaring serampat atas
berbahan PE dan memiliki mesh size sebesar
2,1 cm dengan panjang vertikal sebesar 1 m. Bagian jaring serampat bawah adalah
jaring berbahan PE dengan mesh size 2,1
cm dan panjang vertikal 1 m. Penggunaan serampat bertujuan untuk memperkuat
jaring mini purse seine pada saat
hauling, sehingga jaring mini purse seine
yang dioperasikan tidak cepat sobek saat meligkari ikan yang disebabkan
hantaman ikan pada saat ikan berenang ingin meloloskan diri. Ukuran mesh size bagian badan dan sayap pada
alat tangkap mini purse seine terdiri
dari 3 bagian yaitu 4,2 c,m, 9,225 cm, dan 9,225 cm dengan diameter benang yang
berbeda.
Cara
operasi mini purse seine
Menurut Ayodhyoa (1981), prinsip penangkapan dengan
menggunakan purse seine melingkari gerombolan ikan dengan jaring,
kemudian bagian bawah jaring dikerutkan sehingga ikan tujuan penangkapan akan
terkurung dan pada akhirnya terkumpul pada bagian kantong. Dengan kata lain
memperkecil ruang lingkup gerakan ikan, sehingga ikan tidak dapat melarikan
diri dan akhirnya tertangkap.
Pengoperasian
dari alat tangkap mini purse seine
terdiri dari 2 tahap yaitu setting dan hauling. Setting dilakukan setelah gerombolan diperkirakan sudah
terkumpul dan terfokus pada lampu lacuba yang berada pada bagian kanan kapal
dan Proses penarikan jaring (hauling)
mini purse seine dimulai dengan
penarikan pelampung tanda dan tali selambar. Selanjutnya dilakukan penarikan
tali kerut di kedua ujungnya dengan
menggunakan bantuan gardan dan tape
yang berupa besi untuk menyempitkan tali kerut agar mempercepat dan memudahkan
dalam mengerutkan bagian bawah jaring pada proses hauling, sehingga jaring berbentuk mangkuk dan ikan target
tangkapan utama tidak dapat meloloskan diri ke arah bawah jaring.
Sarana pendukung pengoprasian mini purse seine
Sarana pendukung dari pengoperasian alat tangkap mini purse seine adalah armada yang
dgunakan dan jumlah ABK yang dibawa.
Armada
Kapal mini purse
seine yang digunakan pada Praktek kerja lapangan ini merupakan kapal yang
berbahan utama kayu dan berukuran 45 GT dan terdapat 5 mesin yang ada di dalam
kapal tersebut. Mesin yang terdapat di dalam kapal tersebut yaitu mesin induk,
mesin lampu, mesin gardan, mesin pompa air, dan mesin compressor. Alat navigasi
yang digunakan untuk armada kapal mini
purse seine terdiri dari VHF radio, GPS, dan Kompas. VHF radio merupakan
alat komunikasi kapal yang dipasang untuk memenuhi tujuan komunikasi kapal
yaitu memanggil tim penyelamat dan berkomunikasi dengan pelabuhan, selain itu
fungsi dari VHF radio yaitu untuk berkomunikasi dengan kapal lain dalam
menentukan rumpon yang akan dikunjungi sebagai tempat untuk bertambat dalam
melakukan operasi penangkapan mini purse
seine. Global Positioning system (GPS)
merupakan suatu alat penerima sinyal dari satelit untuk menentukan posisi
sesuai dengan posisi kapal itu berada. GPS pada alat tangkap mini purse seine digunakan untuk
menandai rumpon yang telah dipasang di suatu perairan, sehingga ketika operasi
penangkapan dilakukan, armada kapal langsung menuju titik rumpon yang ditandai
dengan menggunakan bantuan GPS. Sedangkan kompas merupakan jenis alat navigasi
kapal untuk menentukan arah kapal berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang
bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat.
Palka yang
terdapat pada kapal mini purse seine berjumlah
6 unit. Palka pada kapal tersebut terbuat dari kayu yang dilapisi oleh fiber glass. Hal ini dikarenakan
kegiatan penangkapan yang dilakukan dalam satu tripnya maksimal bisa mencapai
Sembilan hari, sehingga nelayan membutuhkan palka yang mampu menjaga kesegaran
ikan dalam waktu lama dengan bantuan es balok. Palka pada bagian haluan kapal
digunakan untuk menyimpan peralatan-peralatan dan perbekalan kebutuhan nelayan
serta untuk menyimpan parasut yang berfungsi untuk menambatkan kapal di
tengah-tengah perairan pada saat keadaan terdesak. Palka pada bagian buritan
digunakan sebagai tempat menyimpan jaket pelampung sebagai alat keselamatan
nelayan dan persediaan air bersih. Sedangkan pada palka bagian tengah digunakan
untuk menyimpan ikan hasil tangkapan bersama es yang dimasukkan kedalam palka
tersebut. Setiap satu palka dapat menampung muatan 7500 kg atau 7,5 ton.
Anak
Buah Kapal
Jumlah ABK yang
dibutuhkan dalam operasi penangkapan mini
purse seine adalah 25 orang dengan 1 orang menjadi nahkoda atau orang yang
mengendalikan jalannya kapal, 1 orang menjadi wakil nahkoda atau orang yang
menggantikan nahkoda , 2 orang menjadi juru mesin atau orang yang memeriksa
kelayakan mesin di dalam kapal, 1 orang menjadi juru kidang atau orang yang
mencari ABK lain jika di trip selanjutnya tidak bisa ikut bekerja, 6 orang
menjadi juru ris atau orang yang menarik tali kolor, 1 orang menjadi juru lampu
atau orang yang memberi kode ada tidaknya ikan ketika alat tangkap sudah
dilingkarkan, 1 orang menjadi juru arus atau orang yang mengeluarkan lampu
pelak atau lacuba dari jaring ketika sudah dilingkarkan, 1 orang menjadi juru
kempitan atau orang yang menabur jaring bagian belakang ketika jaring mulai
dilingkarkan, dan 11 orang ABK atau orang yang bertugas menarik jaring keatas
kapal ketika jaring sudah dilingkarkan.
Daerah penagkapan ikan (fishing ground)
Menurut Suhartono et
al. (2013) kedalaman
perairan tersebut berkaitan erat dengan teknis operasi penangkapan khususnya
pada alat tangkap purse seine sebab pengoperasian alat tangkap ini
sangat sulit dilakukan karena bagian bawah jaring menyentuh dasar perairan
sehingga jaring dapat tersangkut di dasar perairan dan menyulitkan proses
pelingkaran dan penarikan jaring, selain itu sampah-sampah didasar perairan
akan sangat mengganggu dan dapat merusak jaring. Titik koordinat daerah penangkapan ikan pada praktek
kerja lapangan alat tangkap mini
purse seine dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 2. Lokasi Daerah Penangkapan Alat Tangkap Mini Purse Seine di Kabupaten
Gunungkidul.
|
No.
|
Trip
|
Operasi
|
Koordinat
|
Waktu
|
|
(WIB)
|
||||
|
1
|
Minggu, 25 Februari 2018
|
Setting I
|
Circling S: 8° 28’ 806’’
|
3.35
|
|
E: 110°15’852’’
|
|
|||
|
Hauling S: 8°28’ 857’’
|
3.47
|
|||
|
E: 110°16’
811’’
|
|
|||
|
2
|
Senin, 26 Februari 2018
|
Setting II
|
Circling S: 8° 35’ 694’’
|
3.34
|
|
E: 110°
16’ 084’’
|
|
|||
|
Hauling
S:
8°35’745’’
|
3.46
|
|||
|
E: 110°17’041’’
|
|
|||
|
3
|
Selasa,
27 Februari 2018
|
Setting
III
|
Circling S: 9°07’670’’
|
3.37
|
|
|
|
|
E: 110°15’890’’
|
|
|
|
|
|
Hauling S: 9°07’670’’
|
3.48
|
|
|
|
|
E: 110°15’890’’
|
|
|
4
|
Rabu,
28 Februari 2018
|
Setting
IV
|
Circling S: 9°31’856’’
|
3.4
|
|
|
|
|
E: 110°14’824’’
|
|
|
|
|
|
Hauling
S:
9°32’220’’
|
3.55
|
|
|
|
|
E: 110°18’764’’
|
|
|
5
|
Kamis,
1 Maret 2018
|
Setting
V
|
Circling S: 8°52’263’’
|
3.24
|
|
|
|
|
E: 110°14’520’’
|
|
|
|
|
|
Hauling
S:
8°52’263’’
|
3.39
|
|
|
|
|
E: 110°14’576’’
|
|
|
6
|
Jumat,
2 Maret 2018
|
Setting
VI
|
Circling S: 8°28’835’’
|
3.42
|
|
|
|
|
E: 110°15’765’
|
|
|
|
|
|
Hauling
S:
8°28’835’’
|
3.56
|
|
|
|
|
E: 110°15’765’’
|
|
Sumber : Praktek
Kerja Lapangan, 2018.
Tabel 2. Lokasi Daerah Penangkapan Alat Tangkap Mini Purse Seine di Kabupaten
Gunungkidul.
|
No.
|
Trip
|
Operasi
|
Koordinat
|
Waktu
(WIB)
|
|
7
|
Sabtu,
3 Maret 2018
|
Setting
VII
|
Circling S: 8°36’164’
|
|
|
|
|
|
E: 110°16’445’’
|
|
|
|
|
|
Hauling S: 8°36’978’’
|
4.02
|
|
|
|
|
E: 110°16’501’’
|
|
|
8
|
Minggu,
4 Maret 2018
|
Setting
VIII
|
Circling S: 8°28’397’’
|
3.23
|
|
|
|
|
E: 110°26’919’’
|
|
|
|
|
|
Hauling
S:
8°29’291’’
|
3.37
|
|
|
|
|
E: 110°26’336’
|
|
Sumber : Praktek
Kerja Lapangan, 2018.
Lokasi daerah penangkapan alat tangkap mini purse seine di PPP Sadeng adalah
WPP 573, yaitu berada di perairan Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa hingga
sebelah Selatan pulau-pulau Nusakambangan. Daerah penangkapan ikan dari fishing base berjarak 40 mil atau
sekitar 74,08 km. Jalur penangkapan ikan alat tangkap mini purse seine berada di jalur penangkapan III, meliputi ZEEI dan
perairan di luar jalur penangkapan ikan II. Waktu tempuh menuju lokasi
penangkapan ikan adalah selama 8 jam.
Ikan hasil tangkapan mini purse seine
Menurut
Hastrini et al. (2013) hasil tangkapan
kapal purse seine antara lain ikan layang, lemuru, semar, tongkol,
kembung, selar, tembang, bawal, dan tengiri. Tangkapan didominasi oleh ikan
layang yang terdiri dari dua jenis ikan layang yaitu ikan layang panjang (Decapterus
macrosoma) dan ikan layang pendek (Decapterus russelli). Hasil ikan
layang berupa ikan segar dan ikan asin dari jenis pengawetan freezer dan
es.
Manajemen Operasi Penangkapan mini purse seine
Biaya tetap dari
operasi penangkapan alat tangkapan mini
purse seine adalah :
Tabel 3. Biaya Tetap Sarana dan Prasarana Penangkapan Mini Purse Seine.
|
No.
|
Jenis Sarana
|
Ukuran
|
Jumlah
|
Harga/Satuan (Rp)
|
Umur Ekonomis/Masa Berlaku (Tahun)
|
|
1
|
Kapal Kayu
|
45 GT
|
1
|
700.000.000
|
20
|
|
2
|
Alat Tangkap
|
-
|
1
|
300.000.000
|
2
|
|
3
|
Mesin Kapal
|
170 PK
|
1
|
100.000.000
|
4
|
|
4
|
Alat Bantu
|
|
|
|
|
|
|
- Navigasi
|
|
|
|
|
|
|
GPS
|
-
|
1
|
5.000.000
|
2
|
|
|
Kompas
|
-
|
1
|
3.000.000
|
2
|
|
|
VHS radio
|
-
|
1
|
18.000.000
|
5
|
|
|
- Penangkapan
|
|
|
|
|
|
|
Mesin Gardan
|
21 PK
|
1
|
2.000.000
|
5
|
|
5
|
Mesin Pompa Air
|
8 PK
|
1
|
750
|
5
|
Sumber : Praktek
Kerja Lapangan, 2018.
Lanjutan Tabel 3. Biaya Tetap Sarana dan Prasarana
Penangkapan Mini Purse Seine.
|
No.
|
Jenis Sarana
|
Ukuran
|
Jumlah
|
Harga/Satuan (Rp)
|
Umur Ekonomis/Masa Berlaku (Tahun)
|
|
6
|
Mesin Compressor
|
6 PK
|
1
|
500
|
5
|
|
7
|
Mesin Lampu
|
23 PK
|
1
|
2.500.000
|
5
|
|
8
|
Lampu
|
400 Watt
|
13
|
2.000.000
|
15
|
|
9
|
Izin SIPI
|
-
|
1
|
5.000.000
|
3
|
|
10
|
Izin SIUP
|
-
|
1
|
50.000.000
|
10
|
|
|
Total Biaya
|
|
|
1.188.750.000
|
|
Sumber : Praktek
Kerja Lapangan, 2018
Biaya variabel yang dibutuhkan untuk pengoperasian
alat tangkap mini purse seine adalah
:
Tabel 4. Biaya Variabel Mini Purse Seine Per Trip di Kabupaten Gunungkidul.
|
No.
|
Jenis Perbekalan
|
Kebutuhan
|
Harga Satuan (Rp/Satuan)
|
Biaya (Rp)
|
|
1
|
Solar
|
500 liter
|
Rp. 7500,-
|
Rp. 3.750.000,-
|
|
2
|
Bensin
|
30 liter
|
R. 6.500,-
|
Rp. 195.000,-
|
|
3
|
Air Minum
|
13 galon
|
Rp. 15.000,-
|
Rp. 195.000,-
|
|
4
|
Es Batu
|
220 balok
|
Rp. 20.000,-
|
Rp. 4.400.000,-
|
|
5
|
Rokok
|
22 slope
|
Rp. 130.000,-
|
Rp. 2.860.000,-
|
|
6
|
Perbekalan
|
|
|
|
|
.
|
-
Beras
|
200 kg
|
Rp. 9.000,-
|
Rp. 1.800.000,-
|
|
|
-
Roti
|
50 bungkus
|
Rp. 1000,-
|
Rp. 50.000,-
|
|
|
-
Mie instan
|
6 dus
|
Rp. 25.000,-
|
Rp. 150.000,-
|
|
|
-
Lauk pauk
|
5 kg
|
Rp. 300.000,-
|
Rp. 1.500.000,-
|
|
|
- Sayur mayur
|
3 kg
|
Rp. 200.000,-
|
Rp. 600.000,-
|
|
|
- Bumbu dapur
|
4 kg
|
Rp. 100.000,-
|
Rp. 400.000,-
|
|
|
- Gula Pasir
|
25 kg
|
Rp. 12.000,-
|
Rp. 300.000,-
|
|
|
- Kopi
|
30 sachet
|
Rp. 2000,-
|
Rp. 60.000,-
|
|
|
- Teh
|
2 pack
|
Rp. 30.000,-
|
Rp. 60.000,-
|
|
|
- Sirup
|
6 botol
|
Rp. 15.000,-
|
Rp. 90.000,-
|
|
|
- Susu
|
10 kaleng
|
Rp. 10.000,-
|
Rp. 100.000,-
|
|
|
- Gula merah
|
5 kg
|
Rp. 11.000,-
|
Rp. 55.000,-
|
|
|
- Buah-buahan
|
10 kg
|
Rp. 10.000
|
Rp. 100.000,-
|
|
7
|
Air Bersih
|
2000 liter
|
Rp. 5,-
|
Rp. 10.000,-
|
|
8
|
Elpiji 12 kg
|
7 Tabung
|
Rp. 150.000,-
|
Rp. 1.050.000,-
|
Sumber : Praktek
Kerja Lapangan, 2018.
Lanjutan Tabel 4. Biaya Variabel Mini Purse Seine Per Trip di Kabupaten Gunungkidul.
|
No.
|
Jenis Perbekalan
|
Kebutuhan
|
Harga Satuan (Rp/Satuan)
|
Biaya (Rp)
|
|
9
|
Izin Tambat Labuh
|
-
|
Rp. 5000,-
|
Rp.
10.000,-
|
|
10
|
Biaya Retribusi
|
5%
|
-
|
Rp.
1.179.550,-
|
|
|
Total Biaya
|
|
|
Rp. 18.914.550,-
|
Sumber : Praktek
Kerja Lapangan, 2018.
Biaya total adalah total jumlah dari biaya tetap dan
biaya variabel, untuk pengoperasian alat tangkap mini purse seine biaya total yang dibutuhkan untuk sekali trip
adalah Rp. 1.207.664.550,-. Jumlah total hasil tangkapan ikan 1.613 kg. Total pendapatan mini purse seine
adalah Rp.47.182.000,-. Hasil pendapatan tersebut nantinya akan digunakan untuk sistem bagi hasil
setelah dikurangi biaya vaiabel. Perbandingan sistem bagi hasil dari nelayan
dan pemilik kapal adalah 50:50 dimana nahkoda mendapatkan 3 bagian dari ABK
biasa.
Pemasaran
hasil tangkapan
Hasil tangkapan yang telah
didapat dijual terlebih dahulu ke bakul-bakul kecil di Desa Songbanyu. Proses
penjualan meliputi penimbangan per jenis ikan terlebih dahulu menggunakan
basket. Setelah itu hasil tangkapan dari bakul kecil akan dijual lagi ke bakul
yang lebih besar di luar Desa Songbanyu. Bakul besar akan menjual ikan segar
hasil tangkapan mini purse seine ke
pedagang-pedagang pasar di sekitar Kecamatan Girisubo yang nantinya akan
langsung dijual menuju konsumen untuk dikonsumsi dan sebagian yang lainnya
dikirimkan ke luar kota untuk dijadikan bahan ikan ekspor dan dijualkan kepada
konsumen untuk dikonsumsi.
KESIMPULAN
1. konstruksi dari mini purse seine adalah terdiri dari jaring berbentuk
kantong empat persegi panjang yang terdiri dari sayap, badan dilengkapi
pelampung, pemberat, tali ris atas, tali ris bawah dengan atau tanpa tali
kerut/pengerut.
2. metode pengoperasian
pancing mini purse seine adalah setting dan hauling
3. fishing ground dari mini
purse seine adalah WPP 573, 8 jam perjalanan dari fishing base, dan memiliki jarak 74,08 km.
4. biaya total
per trip dari alat tangkap mini purse
seine adalah Rp. 1.207.664.550,-. Total pendapatan dari penggunaan alat
tangkap mini purse seine adalah Rp.47.182.000,-.
DAFTAR PUSTAKA
Ramdani,
Yakub. 2015. Analisis Perekonomian Masyarakat Pesisir Kabupaten Gunungkidul,
Daerah Istimewa Yogyakarta.
Suryana, Sholicha Annisa. Iman Prajogo
Rahardjo. dan Sukandar. 2013. Pengaruh Panjang Jaring, Ukuran Kapal, PK Mesin,
dan Jumlah ABK terhadap Produksi Ikan pada Alat Tangkap Purse Seine di Perairan Prigi Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. PSPK Student Journal. 1(1) : 36-43.
Rambun P, Azlhimsyah. Sunarto. dan Isni
Nurruhwati. 2016. Selektivitas Alat Tangkap Purse
Seine di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke Jakarta. Jurnal
Perikanan Kelautan. 7(2) : 97-102.
Ayodhyoa,
A.U. 1981. Metode Penangkapan Ikan. Yayasan Dewi Sri : Bogor.
Suhartono. Haruna. dan J.B.Pailin. 2013.
Identifikasi dan Prediksi Daerah Penangkapan Ikan Kembung (Rastrelliger spp) di Perairan Kabupaten Pangkep. Jurnal
“Amanisal” PSP FPIK Unpatti Ambon. 2(2) : 55-65.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar