Rabu, 21 November 2018

STUDI PERIKANAN TANGKAP MINI PURSE SEINE YANG BERPANGKALAN DI PPP SADENG GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA


STUDI PERIKANAN TANGKAP MINI PURSE SEINE YANG BERPANGKALAN DI PPP SADENG GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA
Bimo Silar Sanhajik
Departemen Perikanan Tangkap, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
E-mail: silarbimo@yahoo.com

ABSTRAK
Mini purse seine adalah jaring lingkar berbentuk empat persegi panjang atau trapesim yang dilengkapi cincin dan tali kerut/pengerut, pengoperasiannya mengerutkan jaring pada bagian bawah dengan cara menarik tali kerut/pengerut yang pengoperasiannya menggunakan satu kapal atau dua kapal. Konstruksi dari mini purse seine terdiri dari jaring berbentuk kantong empat persegi panjang yang terdiri dari sayap, badan dilengkapi pelampung, pemberat, tali ris atas, tali ris bawah dengan atau tanpa tali kerut/pengerut dan salah satu bagiannya berfungsi sebagai kantong yang pengoperasiannya melingkari gerombolan ikan pelagis. Pengoperasian mini purse seine yaitu terdiri dari setting, pursing, dan hauling. Pengoperasian alat tangkap mini purse seine dilakukan pada dini hari. Daerah penangkapannya di perairan yang dalam, dan membutuhkan 8 jam perjalanan sekitar 40 mil dari fishing base. Pengoperasian dari alat tangkap mini purse seine membutuhkan 25 orang, 1 orang menjadi nahkoda, 1 orang menjadi wakil nahkoda, 2 orang menjadi juru mesin, 1 orang menjadi juru kidang, 6 orang menjadi juru ris, 1 orang menjadi juru lampu, 1 orang menjadi juru arus, 1 orang menjadi juru kempitan, dan 11 orang ABK.
Kata kunci : Mini purse seine, konstruksi, daerah pengoperasian, target tangkapan
Abstract
             Mini purse seine is a rectangular or trapezoidal ring with rings and wrinkles, its operation wrinkles the net at the bottom by pulling a wrinkle / wrinkle rope that operates using a ship or two ships. The construction of the mini purse seine consists of a rectangular pouch net consisting of wings, bodies equipped with buoys, weights, upper ropes, bottom ropes with or without wrinkle / wrinkle ropes and one of them serves as pockets whose operations encircle hordes of fish pelagic. The operation of mini purse seine consists of setting, pursing, and hauling. The operation of mini purse seine fishing equipment is done in the early hours. The catching area is deep in the water, and takes an 8 hour journey of about 40 miles from the fishing base. The operation of mini purse seine fishing gear takes 25 people, 1 person becomes captain, 1 person becomes co captain, 2 becomes machine interpreter, 1 person becomes kidang interpreter, 6 people become ris interpreter, 1 person becomes lamp interpreter, 1 person becomes current interpreter, 1 person becomes kempitan interpreter, and 11 people become crew members.                                                                                               
Keyword : Mini purse seine, Construction, Fishing ground, fish target.


PENDAHULUAN
             Menurut Ramdani (2015), Masyarakat wilayah pesisir di Kabupaten Gunungkidul tersebar di wilayah enam Kecamatan dari 18 kecamatan yang ada, diantaranya  yaitu Kecamatan Panggan, Kecamatan Purwosari, Kecamatan Saptosari, Kecamatan Tepus, Kecamatan Tanjungsari, dan Kecamatan Girusubo. Dari enam kecamatan tersebut terdapat 60 pantai sepanjang 70 km wilayah pesisir Kabupaten Gunungkidul.
Mini purse seine adalah alat yang digunakan untuk menangkap ikan pelagis yang membentuk gerombolan. Prinsip menangkap ikan dengan purse seine ialah melingkari gerombolan ikan dengan jaring, sehingga jaring tersebut membentuk dinding vertikal, dengan demikian gerakkan ikan ke arah horizontal dapat dihalangi. Selain itu, bagian bawah jaring dikerucutkan untuk mencegah ikan lari ke arah bawah jaring
Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini merupakan studi mengenai penangkapan ikan menggunakan alat tangkap mini purse seine di PPP Sadeng, Gunungkidul. Aspek-aspek yang akan dipelajari meliputi konstruksi, metode pengoperasian dan hasil tangkapan kemudian aspek manajemen operasi penangkapan. Selain itu juga mempelajari pendistribusian hasil tangkapan mulai dari nelayan hingga sampai di konsumen. Sehingga, dalam PKL juga membantu untuk lebih mendalami suatu alat tangkap yaitu mini purse seine baik dari alat tangkap itu sendiri maupun dari aspek lain seperti sosial ekonominya.

METODE PENELITIAN
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapangan ini adalah adalah :
1.         Metode observasi
Metode ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung mengenai alat tangkap mini purse seine, konstruksi dan desain alat tangkap, cara pengoperasian, dan hasil tangkapan sehingga didapatkan data keragaan perikanan tangkap mini purse seine. Observasi dilakukan langsung di PPP Sadeng, Kabupaten Gunungkidul.

2.         Metode wawancara
Wawancara dilakukan langsung kepada nelayan mini purse seine. Wawancara adalah menanyakan secara langsung kepada nelayan mini purse seine di perairan Kabupaten Gunungkidul yang berkaitan dengan proses penangkapan ikan menggunakan mini purse seine seperti alat tangkap, kapal yang digunakan dan hasil tangkapan.
3.         Metode studi pustaka
   Metode studi pustaka ini dilakukan dengan mempelajari teori-teori yang mendukung Praktek Kerja Lapangan (PKL) sehingga diharapkan dengan landasan teori yang kuat akan diperoleh pemahaman yang baik. Studi pustaka dilakukan dengan melihat referensi yang relevan mengenai Perairan Gunungkidul, alat tangkap mini purse seine, cara pengoperasian, hasil tangkapan dan semua yang berkaitan dengan judul PKL ini untuk dibandingkan dengan hasil pengamatan atau observasi secara langsung.
4.         Metode dokumentasi
Metode ini bersifat sekunder dan dilaksanakan oleh si peneliti dengan mendokumentasikan beberapa proses atau keadaan saat berlangsungnya kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL).

HASIL DAN PEMBAHASAN
Mini Purse Seine
Menurut Rambun P. et al. (2016) purse seine merupakan alat tangkap yang bersifat multi species, yaitu menangkap lebih dari satu jenis ikan. Dalam banyak kasus sering ditemukan ukuran mesh size alat tangkap purse seine yang sangat kecil, hal ini dapat berpengaruh terhadap hasil tangkapan yang didapatkan.

Kontruksi Mini Purse Seine
Menurut Suryana et al. (2013) alat tangkap Purse Seine pada dasarnya merupakan kelompok alat penangkapan ikan berupa jaring berbentuk kantong empat persegi panjang yang terdiri dari sayap, badan dilengkapi pelampung, pemberat, tali ris atas, tali ris bawah dengan atau tanpa tali kerut/pengerut dan salah satu bagiannya berfungsi sebagai kantong yang pengoperasiannya melingkari gerombolan ikan pelagis. Penghadangan gerakan schooling ikan ini sangat ditentukan oleh kecepatan tenggelam jaring.
Konstruksi alat tangkap mini purse seine pada Praktek Kerja Lapangan (PKL) 2018 dapat dilihat pada tabel dibawah ini  :

Tabel 1. Hasil Pengukuran Konstruksi Alat Tangkap Mini Purse Seine di PPP Sadeng.
No.
Bagian
Arah Pilinan
Panjang
Diameter
Jenis Bahan
Jumlah
Mesh size (cm)
(m)
(cm)
(buah)
1
Tali Ris Atas
Z
350
0,7
PE
-
-
2
Tali Pelampung
Z
350
1,2
PE
-
-
3
Pelampung
-
0,18
13
Rubber
1.06
-
4
Tali Ris Bawah

350
0,7
PE
-
-
5
Tali Pemberat
Z
350
1,2
PE
-
-
6
Pemberat
-
0,0575
0,36
Timah (Pb)
2.545
-
Sumber: Praktek Kerja Lapangan, 2018.


Lanjutan Tabel 1. Hasil Pengukuran Konstruksi Alat Tangkap Mini Purse Seine di PPP Sadeng.
No.
Bagian
Arah Pilinan
Panjang
Diameter
Jenis Bahan
Jumlah
Mesh size (cm)
7
1. Cincin Besar

-
14
Kuningan
100
-
2. Cincin Kecil

-
9
Stainless Steel
6
-
8.
Tali Cincin
-
0,64
0,7
PE
-
-
9
Tali Kerut

400
3,125
PE
-
-
10
Tali Selambar

50
1,2
PE
-
-

11
1. Badan 1
Z
150
0,25
PA
-
4,2
2. Badan 2
Z
150
0,075
PA
-
9,225
3. Badan 3
Z
150
0,025
PA
-
9,225
12
1. Sayap 1
Z
50
0,25
PA
-
4,2
2. Sayap 2
Z
50
0,075
PA
-
9,225
3. Sayap 3
Z
50
0,025
PA
-
9,225
13
Serampat Atas dan Bawah
Z
350
0,375
PE
-
2,1
14
Jarak Antar Pelampung
-
0,33
-
-
-
-
15
Jarak Antar Pemberat
-
0,1375
-
-
-
-
16
Jarak Antar Cincin Besar
-
1,5
-
-
-
-
17
Jarak Antar Cincin Kecil
-
2
-
-
-
-
Sumber: Praktek Kerja Lapangan, 2018

             Alat tangkap mini purse seine yang berada di PPP Sadeng memiliki bentuk tipe persegi panjang. Panjang alat tangkap tersebut adalah 350 m. Panjang tali ris atas adalah 350 m dengan diameter tali 0,7 cm dan berbahan PE. Panjag tali ris bawah adalah 350 m dengan diameter tali 0,7 dan berbahan PE. Panjang tali selambar adalah 50 meter dengan diameter tali 1,2 cm dan berbahan PE.
             Konstruksi alat tangkap mini purse seine di PPP Sadeng memiliki bentuk persegi panjang dengan panjang 350 m dan kedalaman mencapai 30 m. Bagian jaring serampat atas berbahan PE dan memiliki mesh size sebesar 2,1 cm dengan panjang vertikal sebesar 1 m. Bagian jaring serampat bawah adalah jaring berbahan PE dengan mesh size 2,1 cm dan panjang vertikal 1 m. Penggunaan serampat bertujuan untuk memperkuat jaring mini purse seine pada saat hauling, sehingga jaring mini purse seine yang dioperasikan tidak cepat sobek saat meligkari ikan yang disebabkan hantaman ikan pada saat ikan berenang ingin meloloskan diri. Ukuran mesh size bagian badan dan sayap pada alat tangkap mini purse seine terdiri dari 3 bagian yaitu 4,2 c,m, 9,225 cm, dan 9,225 cm dengan diameter benang yang berbeda.


Cara operasi mini purse seine
Menurut Ayodhyoa (1981), prinsip penangkapan dengan menggunakan purse seine melingkari gerombolan ikan dengan jaring, kemudian bagian bawah jaring dikerutkan sehingga ikan tujuan penangkapan akan terkurung dan pada akhirnya terkumpul pada bagian kantong. Dengan kata lain memperkecil ruang lingkup gerakan ikan, sehingga ikan tidak dapat melarikan diri dan akhirnya tertangkap.
Pengoperasian dari alat tangkap mini purse seine terdiri dari 2 tahap yaitu setting dan hauling. Setting dilakukan setelah gerombolan diperkirakan sudah terkumpul dan terfokus pada lampu lacuba yang berada pada bagian kanan kapal dan Proses penarikan jaring (hauling) mini purse seine dimulai dengan penarikan pelampung tanda dan tali selambar. Selanjutnya dilakukan penarikan tali kerut di kedua  ujungnya dengan menggunakan bantuan gardan dan tape yang berupa besi untuk menyempitkan tali kerut agar mempercepat dan memudahkan dalam mengerutkan bagian bawah jaring pada proses hauling, sehingga jaring berbentuk mangkuk dan ikan target tangkapan utama tidak dapat meloloskan diri ke arah bawah jaring.

Sarana pendukung pengoprasian mini purse seine
Sarana pendukung dari pengoperasian alat tangkap mini purse seine adalah armada yang dgunakan dan jumlah ABK yang dibawa.

Armada
Kapal mini purse seine yang digunakan pada Praktek kerja lapangan ini merupakan kapal yang berbahan utama kayu dan berukuran 45 GT dan terdapat 5 mesin yang ada di dalam kapal tersebut. Mesin yang terdapat di dalam kapal tersebut yaitu mesin induk, mesin lampu, mesin gardan, mesin pompa air, dan mesin compressor. Alat navigasi yang digunakan untuk armada kapal mini purse seine terdiri dari VHF radio, GPS, dan Kompas. VHF radio merupakan alat komunikasi kapal yang dipasang untuk memenuhi tujuan komunikasi kapal yaitu memanggil tim penyelamat dan berkomunikasi dengan pelabuhan, selain itu fungsi dari VHF radio yaitu untuk berkomunikasi dengan kapal lain dalam menentukan rumpon yang akan dikunjungi sebagai tempat untuk bertambat dalam melakukan operasi penangkapan mini purse seine. Global Positioning system (GPS) merupakan suatu alat penerima sinyal dari satelit untuk menentukan posisi sesuai dengan posisi kapal itu berada. GPS pada alat tangkap mini purse seine digunakan untuk menandai rumpon yang telah dipasang di suatu perairan, sehingga ketika operasi penangkapan dilakukan, armada kapal langsung menuju titik rumpon yang ditandai dengan menggunakan bantuan GPS. Sedangkan kompas merupakan jenis alat navigasi kapal untuk menentukan arah kapal berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat.
   Palka yang terdapat pada kapal mini purse seine berjumlah 6 unit. Palka pada kapal tersebut terbuat dari kayu yang dilapisi oleh fiber glass. Hal ini dikarenakan kegiatan penangkapan yang dilakukan dalam satu tripnya maksimal bisa mencapai Sembilan hari, sehingga nelayan membutuhkan palka yang mampu menjaga kesegaran ikan dalam waktu lama dengan bantuan es balok. Palka pada bagian haluan kapal digunakan untuk menyimpan peralatan-peralatan dan perbekalan kebutuhan nelayan serta untuk menyimpan parasut yang berfungsi untuk menambatkan kapal di tengah-tengah perairan pada saat keadaan terdesak. Palka pada bagian buritan digunakan sebagai tempat menyimpan jaket pelampung sebagai alat keselamatan nelayan dan persediaan air bersih. Sedangkan pada palka bagian tengah digunakan untuk menyimpan ikan hasil tangkapan bersama es yang dimasukkan kedalam palka tersebut. Setiap satu palka dapat menampung muatan 7500 kg atau 7,5 ton.

Anak Buah Kapal
             Jumlah ABK yang dibutuhkan dalam operasi penangkapan mini purse seine adalah 25 orang dengan 1 orang menjadi nahkoda atau orang yang mengendalikan jalannya kapal, 1 orang menjadi wakil nahkoda atau orang yang menggantikan nahkoda , 2 orang menjadi juru mesin atau orang yang memeriksa kelayakan mesin di dalam kapal, 1 orang menjadi juru kidang atau orang yang mencari ABK lain jika di trip selanjutnya tidak bisa ikut bekerja, 6 orang menjadi juru ris atau orang yang menarik tali kolor, 1 orang menjadi juru lampu atau orang yang memberi kode ada tidaknya ikan ketika alat tangkap sudah dilingkarkan, 1 orang menjadi juru arus atau orang yang mengeluarkan lampu pelak atau lacuba dari jaring ketika sudah dilingkarkan, 1 orang menjadi juru kempitan atau orang yang menabur jaring bagian belakang ketika jaring mulai dilingkarkan, dan 11 orang ABK atau orang yang bertugas menarik jaring keatas kapal ketika jaring sudah dilingkarkan.

Daerah penagkapan ikan (fishing ground)
Menurut Suhartono et al. (2013) kedalaman perairan tersebut berkaitan erat dengan teknis operasi penangkapan khususnya pada alat tangkap purse seine sebab pengoperasian alat tangkap ini sangat sulit dilakukan karena bagian bawah jaring menyentuh dasar perairan sehingga jaring dapat tersangkut di dasar perairan dan menyulitkan proses pelingkaran dan penarikan jaring, selain itu sampah-sampah didasar perairan akan sangat mengganggu dan dapat merusak jaring. Titik koordinat daerah penangkapan ikan pada praktek kerja lapangan alat tangkap mini purse seine dapat dilihat pada tabel dibawah ini :




Tabel 2. Lokasi Daerah Penangkapan Alat Tangkap Mini Purse Seine di   Kabupaten
                Gunungkidul.
No.
Trip
Operasi
Koordinat
Waktu
(WIB)
1
Minggu, 25 Februari 2018
Setting I
Circling S: 8° 28’ 806’’
3.35
              E: 110°15’852’’

Hauling S: 8°28’ 857’’
3.47
              E: 110°16’ 811’’

2
Senin, 26 Februari 2018
Setting II
Circling S: 8° 35’ 694’’
3.34
              E: 110° 16’ 084’’

Hauling  S: 8°35’745’’
3.46
               E: 110°17’041’’

3
Selasa, 27 Februari 2018
Setting III
Circling S: 9°07’670’’
3.37



              E: 110°15’890’’




Hauling S: 9°07’670’’
3.48



              E: 110°15’890’’

4
Rabu, 28 Februari 2018
Setting IV
Circling S: 9°31’856’’
3.4



              E: 110°14’824’’




Hauling  S: 9°32’220’’
3.55



               E: 110°18’764’’

5
Kamis, 1 Maret 2018
Setting V
Circling S: 8°52’263’’
3.24



              E: 110°14’520’’




Hauling  S: 8°52’263’’
3.39



               E: 110°14’576’’

6
Jumat, 2 Maret 2018
Setting VI
Circling S: 8°28’835’’
3.42



              E: 110°15’765’




Hauling  S: 8°28’835’’
3.56



               E: 110°15’765’’

Sumber : Praktek Kerja Lapangan, 2018.

Tabel 2. Lokasi Daerah Penangkapan Alat Tangkap Mini Purse Seine di   Kabupaten
                Gunungkidul.
No.
Trip
Operasi
Koordinat
Waktu
(WIB)
7
Sabtu, 3 Maret 2018
Setting VII
Circling S: 8°36’164’




              E: 110°16’445’’




Hauling S: 8°36’978’’
4.02



              E: 110°16’501’’

8
Minggu, 4 Maret 2018
Setting VIII
Circling S: 8°28’397’’
3.23



              E: 110°26’919’’




Hauling  S: 8°29’291’’
3.37



               E: 110°26’336’

Sumber : Praktek Kerja Lapangan, 2018.

                Lokasi daerah penangkapan alat tangkap mini purse seine di PPP Sadeng adalah WPP 573, yaitu berada di perairan Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa hingga sebelah Selatan pulau-pulau Nusakambangan. Daerah penangkapan ikan dari fishing base berjarak 40 mil atau sekitar 74,08 km. Jalur penangkapan ikan alat tangkap mini purse seine berada di jalur penangkapan III, meliputi ZEEI dan perairan di luar jalur penangkapan ikan II. Waktu tempuh menuju lokasi penangkapan ikan adalah selama 8 jam.

Ikan hasil tangkapan mini purse seine
   Menurut Hastrini et al. (2013) hasil tangkapan kapal purse seine antara lain ikan layang, lemuru, semar, tongkol, kembung, selar, tembang, bawal, dan tengiri. Tangkapan didominasi oleh ikan layang yang terdiri dari dua jenis ikan layang yaitu ikan layang panjang (Decapterus macrosoma) dan ikan layang pendek (Decapterus russelli). Hasil ikan layang berupa ikan segar dan ikan asin dari jenis pengawetan freezer dan es.

Manajemen Operasi Penangkapan mini purse seine
Biaya tetap dari operasi penangkapan alat tangkapan mini purse seine adalah :

Tabel 3. Biaya Tetap Sarana dan Prasarana Penangkapan Mini Purse Seine.
No.
Jenis Sarana
Ukuran
Jumlah
Harga/Satuan (Rp)
Umur Ekonomis/Masa Berlaku (Tahun)
1
Kapal Kayu
45 GT
1
700.000.000
20
2
Alat Tangkap
-
1
300.000.000
2
3
Mesin Kapal
170 PK
1
100.000.000
4
4
Alat Bantu





-    Navigasi





GPS
-
1
5.000.000
2

Kompas
-
1
3.000.000
2

VHS radio
-
1
18.000.000
5

-    Penangkapan





Mesin Gardan
21 PK
1
2.000.000
5
5
Mesin Pompa Air
8 PK
1
750
5
Sumber : Praktek Kerja Lapangan, 2018.
Lanjutan Tabel 3. Biaya Tetap Sarana dan Prasarana Penangkapan Mini Purse Seine.
No.
Jenis Sarana
Ukuran
Jumlah
Harga/Satuan (Rp)
Umur Ekonomis/Masa Berlaku (Tahun)
6
Mesin Compressor
6 PK
1
500
5
7
Mesin Lampu
23 PK
1
2.500.000
5
8
Lampu
400 Watt
13
2.000.000
15
9
Izin SIPI
-
1
5.000.000
3
10
Izin SIUP
-
1
50.000.000
10

Total Biaya


1.188.750.000

Sumber : Praktek Kerja Lapangan, 2018
Biaya variabel yang dibutuhkan untuk pengoperasian alat tangkap mini purse seine adalah :
Tabel 4. Biaya Variabel Mini Purse Seine Per Trip di Kabupaten Gunungkidul.
No.
Jenis Perbekalan
Kebutuhan
Harga Satuan (Rp/Satuan)
Biaya (Rp)
1
Solar
500 liter
Rp. 7500,-
Rp. 3.750.000,-
2
Bensin
30 liter
R. 6.500,-
Rp. 195.000,-
3
Air Minum
13 galon
Rp. 15.000,-
Rp. 195.000,-
4
Es Batu
220 balok
Rp. 20.000,-
Rp. 4.400.000,-
5
Rokok
22 slope
Rp. 130.000,-
Rp. 2.860.000,-
6
Perbekalan



.
-    Beras
200 kg
Rp. 9.000,-
Rp. 1.800.000,-

-    Roti
50 bungkus
Rp. 1000,-
Rp. 50.000,-

-    Mie instan
6 dus
Rp. 25.000,-
Rp. 150.000,-

-    Lauk pauk
5 kg
Rp. 300.000,-
Rp. 1.500.000,-

-   Sayur mayur
3 kg
Rp. 200.000,-
Rp. 600.000,-

-   Bumbu dapur
4 kg
Rp. 100.000,-
Rp. 400.000,-

-   Gula Pasir
25 kg
Rp. 12.000,-
Rp. 300.000,-

-   Kopi
30 sachet
Rp. 2000,-
Rp. 60.000,-

-   Teh
2 pack
Rp. 30.000,-
Rp. 60.000,-

-   Sirup
6 botol
Rp. 15.000,-
Rp. 90.000,-

-   Susu
10 kaleng
Rp. 10.000,-
Rp. 100.000,-

-   Gula merah
5 kg
Rp. 11.000,-
Rp. 55.000,-

-   Buah-buahan
10 kg
Rp. 10.000
Rp. 100.000,-
7
Air Bersih
2000 liter
Rp. 5,-
Rp. 10.000,-
8
Elpiji 12 kg
7 Tabung
Rp. 150.000,-
Rp. 1.050.000,-
Sumber : Praktek Kerja Lapangan, 2018.

Lanjutan Tabel 4. Biaya Variabel Mini Purse Seine Per Trip di Kabupaten Gunungkidul.
No.
Jenis Perbekalan
Kebutuhan
Harga Satuan (Rp/Satuan)
Biaya (Rp)
9
Izin Tambat Labuh
-
Rp. 5000,-
Rp. 10.000,-
10
Biaya Retribusi
5%
-
Rp. 1.179.550,-

Total Biaya


Rp. 18.914.550,-
Sumber : Praktek Kerja Lapangan, 2018.

Biaya total adalah total jumlah dari biaya tetap dan biaya variabel, untuk pengoperasian alat tangkap mini purse seine biaya total yang dibutuhkan untuk sekali trip adalah Rp. 1.207.664.550,-. Jumlah total hasil tangkapan ikan 1.613 kg. Total pendapatan mini purse seine adalah Rp.47.182.000,-. Hasil pendapatan tersebut nantinya akan digunakan untuk sistem bagi hasil setelah dikurangi biaya vaiabel. Perbandingan sistem bagi hasil dari nelayan dan pemilik kapal adalah 50:50 dimana nahkoda mendapatkan 3 bagian dari ABK biasa.
Pemasaran hasil tangkapan
Hasil tangkapan yang telah didapat dijual terlebih dahulu ke bakul-bakul kecil di Desa Songbanyu. Proses penjualan meliputi penimbangan per jenis ikan terlebih dahulu menggunakan basket. Setelah itu hasil tangkapan dari bakul kecil akan dijual lagi ke bakul yang lebih besar di luar Desa Songbanyu. Bakul besar akan menjual ikan segar hasil tangkapan mini purse seine ke pedagang-pedagang pasar di sekitar Kecamatan Girisubo yang nantinya akan langsung dijual menuju konsumen untuk dikonsumsi dan sebagian yang lainnya dikirimkan ke luar kota untuk dijadikan bahan ikan ekspor dan dijualkan kepada konsumen untuk dikonsumsi.

KESIMPULAN
1. konstruksi dari mini purse seine adalah terdiri dari jaring berbentuk kantong empat persegi panjang yang terdiri dari sayap, badan dilengkapi pelampung, pemberat, tali ris atas, tali ris bawah dengan atau tanpa tali kerut/pengerut.
2. metode pengoperasian pancing mini purse seine adalah setting dan hauling
3. fishing ground dari mini purse seine adalah WPP 573, 8 jam perjalanan dari fishing base, dan memiliki jarak 74,08 km.
4. biaya total per trip dari alat tangkap mini purse seine adalah Rp. 1.207.664.550,-. Total pendapatan dari penggunaan alat tangkap mini purse seine adalah Rp.47.182.000,-.

DAFTAR PUSTAKA
Ramdani, Yakub. 2015. Analisis Perekonomian Masyarakat Pesisir Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Suryana, Sholicha Annisa. Iman Prajogo Rahardjo. dan Sukandar. 2013. Pengaruh Panjang Jaring, Ukuran Kapal, PK Mesin, dan Jumlah ABK terhadap Produksi Ikan pada Alat Tangkap Purse Seine di Perairan Prigi Kabupaten Trenggalek Jawa Timur. PSPK Student Journal. 1(1) : 36-43.

Rambun P, Azlhimsyah. Sunarto. dan Isni Nurruhwati. 2016. Selektivitas Alat Tangkap Purse Seine di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke Jakarta. Jurnal Perikanan Kelautan. 7(2) : 97-102.

Ayodhyoa, A.U. 1981. Metode Penangkapan Ikan. Yayasan Dewi Sri : Bogor.

Suhartono. Haruna. dan J.B.Pailin. 2013. Identifikasi dan Prediksi Daerah Penangkapan Ikan Kembung (Rastrelliger spp) di Perairan Kabupaten Pangkep. Jurnal “Amanisal” PSP FPIK Unpatti Ambon. 2(2) : 55-65.

Hastrini, Ria. Abdul Rosyid. dan Putut Har Riyadi. 2013. Analisis Penanganan (Handling) Hasil Tangkapan Kapal Purse Seine yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo Kabupaten Pati. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology. 2(3) : 1-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar