Rabu, 21 November 2018

Penyuluhan dan Pembangunan


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
            Menurut Slamet (2003), program penyuluhan pembangunan yang efektif dan efisien dapat dikembangkan oleh tenaga-tenaga profesional di bidang penyuluhan pembangunan Hal ini hanya memungkinkan apabila program penyuluhan diwadahi oleh sistem kelembagaan penyuluhan yang jelas dan pelaksanaanya didukung oleh tenaga- tenaga-tenaga yang kompeten di bidang penyuluhan. Peningkatan kompetensi penyuluh dalam pembangunan pertanian, bisa dikondisikan melalui berbagai upaya seperti: (1) meningkatkan efektivitas pelatihan bagi penyuluh, (2) meningkatkan pengembangan diri penyuluh melalui peningkatan kemandirian belajar dan pengembangan karir penyuluh, (3) meningkatkan dukungan terhadap penyelenggaraan penyuluhan seperti dukungan kebijakan pemerintah daerah terhadap pendanaan penyuluhan, dukungan peran kelembagaan, dukungan teknologi dan sarana penyuluhan, pola kepemimpinan yang berpihak petani dan (4) memotivas pribadi penyuluh untuik selalu meningkatkan prestasi kerja (kinerja penyuluh) dan mengikuti perubahan lingkungan strategis yang ada (Marliati.,et al, 2008).
            Sajogyo (Yunita 2011: 164) menyatakan bahwa program yang dilaksanakan hendaknya mampu memanfaatkan potensi kelembagaan yang berakar kuat dalam struktur masyarakat lokal mau dan mampu mengelola potensi yang dimiliki. Dalam menjalankan kegiatan usaha, masyarakat memerlukan modal, pengetahuan, dan keterampilan yang relevan, namun tidak selalu tersedia ataupun tidak terpenuhi di tingkat lokal. Karena itu penyuluh pertanian/tenaga pendamping bertugas mengelola sistem yang dapat memperlancar upaya masyarakat memperoleh kebutuhan tersebut baik secara individu maupun kelompok.(Kusrini.,et al,2013).

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang melatar belakangi adanya kegiatan penyuluhan?
2.      Apa pengertian penyuluhan?
3.      Apa peranan penyuluhan dalam pembangunan?

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui hal yang melatar belakangi adanya kegiatan penyuluhan.
2.      Untuk mengetahui pengertian penyuluhan
3.      Untuk mengetahui peranan penyuluhan dalam pembangunan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Latar belakang adanya kegiatan penyuluhan
            Penyuluhan mempunyai peran penting terutama dalam penguatan masyarakat guna memperluas akses akan informasi, inovasi, dan akses akan layanan publik. Penyuluhan juga sangat diperlukan eksistensinya untuk mendukung kehidupan umat manusia. Dalam menjalankan kegiatan penyuluhan diperlukan adanya  kesadaran masyarakat akan hidup sehat semakin meningkat, kondisi alam dan lingkungan yang semakin memburuk, kesadaran politik yang semakin tinggi, serta untuk pengembangan karakter anak bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai sosial budaya masyaraakat nusantara, sehingga ketika kesadaran masyarakat sudah tertanam maka masyarakat akan menjadi hidup damai dan sejahtera. Hal ini diperkuat oleh Amanah, 2007 yang menyatakan bahwa Di sisi lain, penyuluhan di bidang non-primer, diperlukan mengingat kesadaran masyarakat akan hidup sehat semakin meningkat, kondisi alam dan lingkungan yang semakin memburuk, kesadaran politik yang semakin tinggi, serta untuk pengembangan karakter anak bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai sosial budaya masyaraakat nusantara.
            Tujuan kegiatan penyuluhan tidak bisa dicapai oleh satu pihak. Oleh karena itu diperlukan adanya kerjasama dari pihak yang terkait untuk mensukseskan pelaksanaan kegiatan penyuluhan. Dalam bidang perikanan, untuk mensukseskan  kegiatan pembangunan perikanan, pemerintah harus menyediakan fasilitas-fasilitas yang menunjang keberhasilan tersebut, sehingga ketika fasilitas-fasilitas tersebut terpenuhi diharapkan tujuan dari pembangunan dapat tercapai. Fasilitas utama yang harus ada adalah penyuluhan perikanan. Hal ini diperkuat oleh Bambang, 2010 yang menyatakan bahwa Dalam mensukseskan pelaksanaan pembangunan perikanan guna mencapai sasaran yang diinginkan maka pemerintah menyediakan berbagai fasilitas-fasilitas yang menunjang keberhasilan pembangunan perikanan tersebut. Salah satu fasilitas utama yang ada adalah penyuluhan perikanan. Penyuluhan pada hakekatnya bertujuan untuk merubah perilaku manusia agar dapat bersifat responsife terhadap pembangunan. Kegagalan dalam pelaksanaan penyuluhan berarti kegagalan dalam mencapai tujuan/sasaran pembangunan yang diinginkan. Ini berarti penyuluhan merupakan bagian dari sistem yang tak terpisahkan dengan pembangunan perikanan.

2.2 Pengertian Penyuluhan
                        Penyuluhan merupakan sebuah ilmu yang berupa tindakan praktis. Penyuluhan mempunyai pondasi ilmiah berupa perilaku manusia yang di dalamnya ditelaah pola piker, tindak, dan sikap manusia dalam menghadapi kehidupan. Dalam bidang perikanan merupakan unsur pelaksana, sehingga untuk memenuhi kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha, diperlukan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Hal ini diperkuat oleh Amanah, 2007 yang menyatakan bahwa  Istilah penyuluhan seringkali diasosiasikan dengan penerangan atau propaganda oleh khalayak, padahal makna penyuluhan tidaklah sedangkal itu. Penyuluhan dapat dipandang sebagai sebuah ilmu dan tindakan praktis. Sebagai sebuah ilmu, pondasi ilmiah penyuluhan adalah ilmu tentang perilaku (behavioural science). Di dalamnya ditelaah pola pikir, tindak, dan sikap manusia dalam menghadapi kehidupan.
            Penyuluhan merupakan pendidikan non formal yang berasal dari kata suluh, yang artinya menyampaikan pesan kepada si penerima. Konteks penyuluhan melibatkan seseorang yang dianggap mampu secara fungsional untuk melakukan penyuluhan. Hal ini diperkuat oleh Bambang, 2010 yang menyatakan bahwa Penyuluhan merupakan pendidikan non formal, dimana dalam konteks penyuluhan melibatkan para petani nelayan dan dilakukan oleh penyuluh maupun seseorang yang dianggap mampu secara fungsional untuk melakukan penyuluhan. Penyuluhan ditunjukkan kepada petani, nelayan, dan keluarganya, untuk merubah pola piker para petani nelayan guna melaksanakan usaha tani (firm) yang lebih baik. Pendidikan non formal ini berisi pesan /pemberian informasi, agar orang tahu dan sesudahnya mau diajak untuk melaksanakan apa yang dianjurkan atau disuluhkan tadi. Dengan informasi teknologi dan komunikasi yang baik, diharapkan petani nelayan mampu menciptakan nilai tambah dalam meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraannya.

2.3 Peranan Penyuluhan dalam Pembangunan
                        Pembangunan diartikan secara umum pada hakekatnya adalah proses perubahan yang terus menerus untuk menuju keadaan yang lebih baik berdasarkan norma-norma tertentu. Istilah pembangunan biasnya dapat diartikan sebagai proses untuk melakukan perubahan. Istilah pembangunan sendiri mempunyai beberapa tujuan diantaranya  yaitu:
1)        Tujuan umum pembangunan adalah suatu proyeksi terjauh dari harapan-harapan dan ide-ide manusia komponen-komponen singkat dari yang terbaik atau masyarakat ideal yang terbaik yang dapat dibayangkan
2)        Tujuan khusus pembangunan adalah tujuan jangka pendek, biasanya dipilih sebagai tingkat pencapaian sasaran dari suatu program tetentu.
Hal ini di perkuat oleh Henryk, 2013 yanag menyatakan bahwa pengertian pembangunan adalah suatu proses menggambarkan adanya pengembangan baik meliputi proses pertumbuhan ataupun perubahan dalam kehidupan masyarakat luas. Pembanguanan sendiri menuju polaa-[ola masyarakat yang memungkinkan realisasi lebih baik dari nilai-nilai kemanusiaan yang memungkinkan masyarakat mempunyai kontrol terhadap lingkungan tujuan politik.
Pembanguanan dapat di terapkan dalam bidang perikanan sebagaimana supaya
dalam bidang perikanan tersebut dapat menjadi perikanan yang lebih baik dan maju. Contoh npembangunan dalam bidang perikanan adalah sarana prasarana, keterbatasan sarana dan prasarana yang dperlukan untuk menunjang pembangunan merupakan slah satu faktor rendahnya tingkat pertumbuhan ekonomi. Menanggapi masalah tersebut dapat diatasi dengan melakukan penbangunan infrastruktur secaara lengkap demi memacu perkembangan  pembangunan kelautan. Hal ini diperkuat oleh Bambang, 2010 yang menyatakan bahwa sebagai suatu kegiatan penyuluhan pembangunan  dilaksanakan dan dirasakan kebutuhanaya demi menunjang pembangunan khususnya dibidang perikanan. Pentingnya penyuluhan perikanan didalam pross pembangunan adalah sebagai jembatan antara dunia ilmu dan pemerintah serta jembatan antara dunia penelitian dan praktek yang dilakukan oleh para petani nelayan.  
 
BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Berdasarkan uraian tersebut, kesimpulan yang dapat diambil yaitu :
1.      Penyuluhan sangat diperlukan sebagai fasilitas yang disediakan oleh pemerintah dan membutuhkan kesadaran dari masyarakat akan kebutuhan yang semakin meningkat untuk tercapainya tujuan penyuluhan berupa kesejahteraan bersama.
2.      Penyuluhan merupakan pendidikan non formal yang merupakan sebuah ilmu berupa tindakan praktis yang melibatkan seseorang yang mampu secara fungsional untuk melakukan penyuluhan.
3.      Penyuluhan dalam pembangunan perikanan merupakan suatu proses yang menggambarkan adanya pengembangan, baik meliputi proses pertumbuhan (growth) ataupun perubahan (change) dalam kehidupan bersama (organisasi) sosial dan budaya sebagai “jembatan” antara antara dunia penelitian dengan praktek yang dilaksanakan di lapangan.

3.2  Saran
Berdasarkan kesimpulan tersebut, saran yang dapat diberikan yaitu :
1.      Sebaiknya pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat dengan cara ,menyediakan fasilitas baik fisik maupun material untuk menjalankan penyuluhan.
2.       Sebaiknya perlu diadakannya peningkatan standar kompetensi bagi para penyuluh untuk menghadapi kondisi di lapangan agar penyuluhan dapat berjalan dengan baik dan lancar.
3.      Sebaiknya masyarakat bisa menerapkan tindakan dari hasil kegiatan penyuluhan agar hasil kegiatan dari penyuluhan tersebut, sehingga tujuan dari penyuluhan dapat benar-benar tercapai.

DAFTAR PUSTAKA
Amanah, S. 2007. Makna Penyuluhan dan Transformasi Prilaku Manusia.3.1.
Amanah, S.2008.Sistem Penyuluhan Perikanan dlam Mengantisipasi Era Perubahan.8.2.
Bambang.2010.Penyuluhan Pembangunan Perikanan.Universitas Diponegoro.Semarang.
Henryk.S.2013.Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan di Kelurahan Sungai Keledang Kecamatan Samarinda Seberang Kota Samarinda.1.2
Kusrini.A.Amanah.A.Fatchiya.2013.Sikap Masyarakat terhadap Program Pengembanagan Desa Pesisir Tangguh Teluk Naga Tangerang Banten.
Marliati, Sumardjo, P.S. Angari.P.T.A.Sarfuddin.2008.Faktor Penentu Peningkatan Kinerja Penuluh Pertanian dalam Memberdayakan Petani.4.2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar